Jika Steve Jobs Tak Meminang Nama iPhone dan Google Menolak Ide Andy Android

Posted on

Jika Steve Jobs Tak Meminang Nama iPhone dan Google Menolak Ide Andy Android – Membaca sejarah asal muasal dua nama pesohor, “Android dan iPhone”; mungkin publik yang selama ini berseteru satu sama lain manakala keduanya merilis smartphone terbarunya, akan merenung dan mencoba menerka-nerka. Merenung dan bertanya pada diri sendiri, “Mengapa kok bisa ikut-ikutan ribut, padahal mengetahui sejarahnya saja tidak.

Jika Steve Jobs Tak Meminang Nama iPhone dan Google Menolak Ide Andy Android

Jika Steve Jobs Tak Meminang Nama "iPhone" dan Google Menolak "Ide" Andy Android.Inc

Atau mencoba menerka-nerka dengan sebuah pertanyaan lainnya demikian, “Jika Steve Jobs tak meminang nama iPhone dan Google menolak ide Andy Android.Inc; apa alasan saya meributkan keduanya. Kalau jawabannya demi gengsi semata, apa iya?! Atau karena merasa mempunyai uang yang berlebih sehingga update gadget akhirnya menjadi sebuah pelampiasan agar mendapat pengakuan dari khalayak.

Publik ribut atau hendak saling pamer satu sama lain, toh tidak akan pernah memengaruhi nama kedua pesohor tersebut, “Android dan iPhone”! Mereka ibarat dua gadis belia yang dibicarakan banyak pemuda yang bisa jadi belum pernah mengenalnya. Hanya tahu sebatas iklan di media sosial, atau bertumpu pada pengalaman pernah memakai versi atau seri sebelumnya. Dengan kata lain, perseteruan itu muncul hanya sebatas alasan karena terhipnotis iklan dan atau pengalaman, dan satu lagi mungkin berhubungan dengan gaya hidup alias gengsi gede-gedean!

Jika saat berseteru dan beradu argumen, ada warganet yang mendukung iPhone dan ada yang mendukung Andrioid, ya itu wajar saja! Bila para pemakaian iPhone dituduh membeli ponsel jenis ini hanya karena gengsi; mungkin pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Siapa tahu para penggemar iPhone tersebut sebenarnya adalah para penggemar Steve Jobs yang loyal, betul?! Atau bisa jadi karena rahasia umum yang beredar dan menyatakan bahwa iPhone itu barangnya awet tujuh turunan?!

Dan, bila di media sosial kemudian muncul pendapat sebagian warganet yang pro-android

Tentu pendapat tersebut juga tidak serta merta salah atau bisa dihakimi mentah-mentah! Banyak orang memahami bahwa dengan uang “seharga” sebuah iPhone, dia bisa mendapatkan smartphone berbasis Android yang tampak lebih keren dan menjanjikan. Atau ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa Android adalah sistem yang mudah dihubungkan dengan berbagai aplikasi dari pihak ketiga. Apakah ada yang salah dengan pemahaman ini?

Barangkali di antara warganet yang meributkan soal iPhone di media sosialnya belum tahu sejarah awal mula munculnya nama iPhone hingga mendunia seperti sekarang ini. Menurut kisah yang dipaparkan pada situs kumparan.com, dulu nama iPhone awalnya dipergunakan oleh sebuah perusahaan bernama InfoGear untuk perangkat telepon rumah layar sentuh yang rilis pada 1998. Saat itu obsesi pencipta produk ini sangat brilian pada zamannya, yaitu ingin menggantikan peran komputer PC sebagai alat pemeriksa email dan penjelajah internet. Produk ini tidak berkembang dengan baik, ibaratnya sudah layu sebelum berkembang.

Usut punya usut, akhirnya diambilalih oleh perusahaan bernama Cisco dan dijadikan sebagai salah satu merek dagangnya. Langkah Cisco pun harus terhenti pada 2001. Di lain pihak, entah mendapat wangsit darimana, Steve Jobs dengan gagah berani hendak memasang nama “iPhone” pada produk smartphone besutan Apple. Bahkan saking kepinginnya, perusahaan ini akhirnya berhasil memperoleh nama domain http://www.iphone.org menjelang akhir 1999. Meski publik tahu bahwa merek “iPhone” adalah milik Cisco, namun entah kenapa Apple tetap memakai nama tersebut saat merilis iPhone produknya di awal Januari 2007.

Berkat kepiawaian negosiasi ala Steve Jobs, akhirnya Cisco memberikan ijin kepada Apple

Untuk memakai nama iPhone pada produk mereka. Bahkan nama sistem operasi yang kini identik dengan perusahaan Apple ini, yaitu “iOS” pada mulanya adalah milik Cisco. Senada dengan kisah di atas, cerita tentang asal-usul Android juga tak kalah seru untuk disimak. Seperti dikemukakan oleh detik.com, pada mulanya berdirilah Android.Inc yang diprakarsai Andy Rubin, dan kawan-kawan menjelang akhir 2003 di California, Amerika Serikat. Lucunya, perusahaan ini tidak langsung fokus ke dunia smartphone, melainkan kamera digital.

Tapi memang begitulah sejarahnya. Pada mulanya sistem Android ini dicangkokkan pada sebuah kamera digital agar dapat terkoneksi dengan komputer tanpa kabel. Hasilnya para pemilik kamera digital berbasis Android ini dimungkinkan untuk menyimpan foto-foto hasil jepretannya ke server cloud. Dan hal itu terjadi pada 2004, dengan harapan akan datang investor yang berbondong-bondong mau menyuntikkan dananya pada Android.Inc.

Kisah pun berlanjut dengan cepat. Karena bersifat open source, maka sistem Android ini pun akhirnya diadopsi oleh banyak perusahaan smartphone kelas dunia. Perusahaan yang pertama kali memanfaatkannya adalah produsen smartphone merek HTC, yang disusul oleh perusahaan-perusahaan. Lainnya seperti: LG, Motorola, Samsung, Huawei, Xiaomi, Oppo, Vivo, Honor, Realme, Sony, dan sebagainya.

Kini, berdasarkan data dari statcounter yang dirilis detik.com per Mei 2019. Android menguasai lebih dari 75% pangsa pasar sistem operasi perangkat mobile secara mendunia. Sedangkan iOS hanya mampu menguasai 22% dari market yang tersedia. Dari sini bisa dilihat perbandingannya satu sama lain, siapa yang lebih berjaya secara market dan mana yang benar-benar digdaya dari sisi namanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *